The Thought and Practical of Adat Government of Dayak Maanyan Tribe in Central Kalimantan.

Authors

  • Kisno Hadi Universitas Kristen Palangka Raya

DOI:

https://doi.org/10.47431/governabilitas.v2i1.105

Keywords:

Thought, adat government, government authority, Adat laws

Abstract

This article describes the thought and practice of the Adat government of the Dayak Maanyan tribe in Central Kalimantan. In Adat's thought, the government is forming and setting Adat laws. Adat itself is not only a set of legal forms of laws but includes all aspects of the daily life of the tribe. Using the descriptive-explanatory method, this article will describe, identified and explore the forms of the thought and facts of the Adat Government that gathered in Hukum Adat, Taliwakas (stories of leadership), and Tingkah (wisdom advice of tribal chief/Adat leader). Research results found that  Adat is the source of authority to govern a tribal society. It is contain a leadership concept, ethnic state, agreement, the hierarchy of the community and government system. This aspect is a basis of the recognition that Adat Government “Government that rule by the law”. But, in the colonial era and in the Indonesian government, Adat separated from the formal government itself: Adat becomes an-sight “Adat laws”. Nowadays, Adat only has authority in Adat institution, not part of government anymore.

References

Buku

Alkim, Zain. 2004. Meniti Buih dari Magantis ke Tamiang Layang. Tamiang Layang: Pemda Barito Timur.

Andrain, Charles F. 1992. Kehidupan Politik dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Carter, April. 1985. Otoritas dan Demokrasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Cahyono, Heru, dkk. 2005. Konflik Antar Elit Politik Lokal Dalam Pemilihan Kepala Daerah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar dan P2P-LIPI.

Iver, MC. 1985. Jaring-Jaring Pemerintahan (Jilid I). Jakarta: Aksara Baru.

Garang, Enos Johannes. 1974. Adat Und Gesselsaft. Wiesbaden: Steiner.

Henley, David dan Jamie Davidson. 2010. “Pendahuluan: Konservatisme Radikal-Aneka Wajah Politik Adat”, dalam Jamie S. Davidson dkk. (Peny.). Adat Dalam Politik Indonesia. Jakarta: Buku Obor dan KITLV-Jakarta.

Hudson, AB. 1966. “Death Ceremonies of the Padju Epat Ma’anyan Dayaks”, dalam Tom Horison (Ed.). Borneo Writing and Realated Matters. Serawak: Serawak Museum Jurnal.

___________. 1971. Padju Epat: The Ma’anyan of Indonesia Borneo. New York: Holt, Rinehart and Winston, Inc.

Klinken, Gerry van. 2006. “Ethnogenesis Dayak dan Politik Konservatif di Kepulauan Indonesia Luar Jawa”. Lampiran dalam Marko Mahin. Haussman Baboe: Tokoh Pergerakan Rakyat Dayak Yang Terlupakan. Jakarta: Keluarga Besar Haussman Baboe.

Liddle, R. William. 1997. “Dayak Meratus” dalam Islam, Politik dan Modernisasi. Jakarta. Pustaka Sinar Harapan.

Noer, Deliar. 1983. Pengantar ke Pemikiran Politik. Jakarta: CV. Rajawali.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan. 2004. Buku Hukum Adat Dayak Ma’anyan: Paju Epat, Paju Sapuluh, dan Banua Lima. Buntok: Pemda Barito Selatan, Naskah Tidak Diterbitkan.

Patus, Sikoer. 1987. “Mengungkap Wajah Asli Suku Bangsa Dayak”. Banjarmasin, Naskah tidak diterbitkan.

Sahal, Ahmad. 2004. “Isaiah Berlin dan Liberalisme Tanpa Universalisme”, Pengantar dalam Isaiah Berlin. Empat Esai Kebebasan. Jakarta: Freedom Institut dan LP3ES.

Subono, Nur Iman. 2017. Dari Adat Ke Politik, Transformasi Gerakan Sosial di Amerika Latin. Serpong: Marjin Kiri.

Surbakti, Ramlan. 1992. Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia.

_______________. 1996. “Perkembangan Mutakhir Ilmu Politik”, dalam Miriam Budiardjo dan Tri Nuke Pudjiastuti. Teori-Teori Politik Mutakhir Dewasa Ini. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Suryadinata, Leo, dkk. 2003. Penduduk Indonesia: Etnis dan Agama Dalam Era Perubahan Politik. Jakarta: LP3ES.

Tarigan, Andersiasta. 2014. Memahami Pemerintahan: “Sketsa Teoritis, Refleksi Empiris dan Komtemplasi Kritis”. Jatinangor: IPDN Press.

Usop, KMA. M. 1978. Sejarah Daerah Kalimantan Tengah. Palangka Raya: Kanwil Pendidikan dan Kebudayaan.

______________. 1994. Rapat Damai Tumbang Anoi 1894. Palangka Raya: Setdaprov Kalteng.

Jurnal, Majalah:

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. “Demokrasi To-Manurung Falsafah Politik dari Bantaeng, Sulawesi Selatan”, dalam Masyarakat Indonesia Majalah Ilmu-Ilmu Sosial Vol. 40 Nomor 1 Juni 2014.

Hudson, Alfred B. “The Padju Epat Ma’anjan Dayak in Historical Perspective”, dalam Indonesia 4, 1967.

Hadi, Kisno. “Legitimasi Kekuasaan dan Hubungan Penguasa-Rakyat Dalam Pemikiran Politik Suku Dayak Ma’anyan”, dalam Jurnal Kawistara Vol. 8, No. 1, April 2018.

_________. “The Source of Power of the Dayak Ma’anyan Tribes’ Political Thought and its Influence on the Elites”, dalam Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Vol. 32, Issue 3, 2019.

Ukur, Fridolin. “Ijambe, Upacara Pembakaran Tulang di Kalangan Suku Dayak Ma’anyan di Kalimantan Tengah”, dalam Majalah Paninjau, Lembaga Penelitian dan Studi Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI), Tahun I Nomor 1, 1974.

Hasil Penelitian:

Bae, Sutopo Ukip, Djanang G. Bandan dan Martinus. “Sejarah Suku Dayak Ma’anyan, Banjar dan Merina di Madagaskar”. Hasil Penelitian, Museum Nasional RI. Naskah tidak diterbitkan, Jakarta, 1995.

Pilakoanu, Rama Tulus. “Agama Sebagai Identitas Sosial: Studi Sosiologi Agama Terhadap Komunitas Ma’anyan”. Disertasi, Kajian Sosiologi Agama, Program Pascasarjana Sosiologi Agama Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga, 2010.

Dokumen:

Banggert., C. “Verslag Der Reis In De Binnenwaarts Gelegene Streken Van Doessoen Ilir”, dalam Indische Taal Land Volkenkunde IX, hal. 161-163. Diterjemahkan Hadi Saputera Miter, di Tamiang Layang, 2 Juni 2016.

Patus, Sikoer. “Mengungkap Wajah Asli Suku Bangsa Dayak”. Banjarmasin, Naskah tidak diterbitkan, 1987.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan. Buku Hukum Adat Dayak Ma’anyan: Paju Epat, Paju Sapuluh, dan Banua Lima. Buntok: Pemda Barito Selatan, Naskah Tidak Diterbitkan, 2004.

Downloads

Published

2021-06-21