Manajemen Risiko Bencana Erupsi Merapi Berbasis Komunitas di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta

Sumarjono Sumarjono

Abstract


The eruption of Mount Merapi is a threat to the residents living in the disaster-prone areas (DPA). To reduce
the disaster risk, the local communities living in the disaster-prone areas need to be empowered through
disaster risk education so that they have the ability to implement disaster risk management independently.
This study aims to fnd out whether the communities living on the slope of mount Merapi have the ability
to independently implement the disaster risk management in case Mt. Merapi erupts. This study adopted
a descriptive qualitative research method. The data were collected through observation, documentation
and interview. The source of data was nine key informants: councilors, public fgures and members of the
Social Communication Channels Organizations (SKSB). They represent the stakeholders who have the
experience in the implementation of the risk management of eruption disaster. Data analysis results show
that Kepuharjo village communities have the ability to implement risk management of Merapi eruption.
The indicators include their achievement in the disaster mitigation activities, their preparedness and ability
to perform early warning coordinated by Social Communication Systems Organization (SKSB) that the
number of victims can successfully be minimized.
Keyword: disaster risk management, community-based
Abstrak
Erupsi Gunung Merapi merupakan ancaman setiap saat bagi penduduk yang bermukim di Kawasan
Rawan Bencana (KRB). Untuk mengurangi risiko ancaman bencana, komunitas setempat menduduki
tempat yang penting, karena merupakan subyek, obyek sekaligus sasaran utama upaya pengurangan risiko
bencana. Karena itu, penting bagi komunitas yang tinggal di KRB memiliki kemampuan melaksanakan
manajemen risiko bencana secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab apakah komunitas di
seputar lereng Merapi memiliki kemampuan melaksanakan manajemen risiko pra bencana erupsi Merapi
secara mandiri. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data
dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara. Sumber data adalah para informan kunci
yang berjumlah 9 orang meliputi Perangkat Desa, Tokoh Masyarakat dan Pengurus Saluran Komuikasi
Sosial Bersama (SKSB). Mereka ini mewakili stakeholders dalam melaksanakan manajemen risiko pra
bencana erupsi yang telah dialaminya.Berdasarkan hasil kajian, komunitas Desa Kepuharjo telah memiliki
kemampuan melaksanakan manajemen risiko pra bencana erupsi gunung Merapi. Hal ini dibuktikan dengan
keberhasilannya dalam kegiatan mitigasi bencana pada kegiatan pra bencana yang meliputi peringatan dini,
pencegahan, kesiapsiagaan, serta kesigapan yang dikelola oleh organisasi SKSB. Melalui SKSB komunitas
Kepuharjo dapat berhasil melakukan manajemen risiko pra bencana berbasis komunitas yang dibuktikan
dengan kemampuannya meminimalkan jumlah korban jiwa.
Keyword: Manajemen risiko bencana, berbasis komunitas