Sistem Demokrasi Lokal Dalam Pemilihan Kepala Desa Di Desa Lamahala Jaya Kecamatan Adonata Timur Kabupaten Flores Timur

Authors

  • Fakhranda Abdul Khatib BL Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
  • Rumsari Hadi Sumarto Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

DOI:

https://doi.org/10.47431/jirreg.v10i1.920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem demokrasi lokal dalam pemilihan kepala desa di Desa Lamahala Jaya dengan fokus pada relasi antara mekanisme demokrasi formal dan struktur sosial berbasis kesukuan. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah adanya pembatasan hak pencalonan kepala desa yang hanya diberikan kepada tiga suku tertentu, yaitu suku bela telo (Selolong, Atapukan, dan Malakalu), sementara masyarakat dari suku lain tidak memiliki kesempatan yang sama untuk mencalonkan diri. Kondisi ini menimbulkan ketegangan antara prinsip demokrasi yang menjunjung kesetaraan politik dengan praktik adat yang masih mempertahankan hak politik berdasarkan garis kesukuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem demokrasi lokal di Desa Lamahala Jaya memiliki karakter hibrid. Pada tahap pencalonan, terdapat pembatasan berbasis adat, sedangkan pada tahap pemilihan seluruh masyarakat desa tanpa memandang suku memiliki hak yang sama untuk memilih secara langsung. Kondisi ini menunjukkan bahwa demokrasi tetap berjalan secara prosedural, tetapi secara substantif masih dibatasi oleh struktur sosial kesukuan. Temuan ini menegaskan bahwa demokrasi lokal di Desa Lamahala Jaya merupakan bentuk demokrasi berbasis lokal yang memadukan nilai-nilai demokrasi modern dengan tradisi adat yang masih kuat dipertahankan.

References

Almond, G. A., & Verba, S. (1963). The civic culture: Political attitudes and democracy in five nations. Princeton: Princeton University Press.

Aspinall, E., & Berenschot, W. (2019). Democracy for sale: Elections, clientelism, and the state in Indonesia. Ithaca, NY: Cornell University Press.

Aspinall, E., & Mietzner, M. (2020). Indonesia’s democratic paradox: Competitive elections amidst rising illiberalism. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 56(3), 295–317.

Beetham, D. (1994). Defining and Measuring Democracy. London: Sage Publications.

Budiardjo, M. (2015). Dasar-dasar ilmu politik (Edisi revisi). Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Buehler, M. (2013). Married with Children: Democracy, Governance, and the Rise of Muslim Regional Regulations in Indonesia. Journal of Current Southeast Asian Affairs, 32(1), 163–190.

Chandra, K. (2004). Why ethnic parties succeed: Patronage and ethnic head counts in India. Cambridge: Cambridge University Press.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Dahl, R. A. (1971). Polyarchy: Participation and opposition. New Haven: Yale University Press.

Dahl, R. A. (1989). Democracy and its critics. New Haven: Yale University Press.

Dahl, R. A. (2006). On political equality. New Haven: Yale University Press.

Diamond, L. (2008). The spirit of democracy: The struggle to build free societies throughout the world. New York: Henry Holt and Company.

Geertz, C. (1963). The integrative revolution: Primordial sentiments and civil politics in the new states. In C. Geertz (Ed.), Old societies and new states: The quest for modernity in Asia and Africa (pp. 105–157). New York: The Free Press.

Geertz, C. (1980). Negara: The Theatre State in Nineteenth-Century Bali. Princeton: Princeton University Press.

Hadiz, V. R. (2010). Localising Power in Post-Authoritarian Indonesia: A Southeast Asia Perspective. Journal of Contemporary Asia, 40(4), 657–671.

Lijphart, A. (2012). Patterns of Democracy: Government Forms and Performance in Thirty-Six Countries (2nd ed.). New Haven: Yale University Press.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Morlino, L. (2009). Are there hybrid regimes? Or are they just an optical illusion? European Political Science Review, 1(2), 273–296.

Parsons, T. (1951). The social system. Glencoe, IL: The Free Press.

Savirani, A. (2018). Patronase dan Politik Lokal di Indonesia. Jurnal Politik, 3(1), 31–54.

Warburton, E., & Aspinall, E. (2021). Democratic decline in Indonesia: The role of elites and institutions. Contemporary Southeast Asia, 43(1), 1–27.

Downloads

Submitted

2026-05-25

Published

2026-06-28