Peran Stabilisator Dinas Kebudayaan, Kepemudaan Dan Olahraga Dalam Pelestarian Budaya Lokal Tak Benda Di Kabupaten Ciamis
DOI:
https://doi.org/10.47431/jirreg.v9i2.641Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum optimalnya peran Stabilisator dinas kebudayaan, kepemudaan dan olahraga dalam pelestarian budaya lokal tak benda di Kabupaten Ciamis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Informan sebanyak 5 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa: Peran Stabilisator Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga dalam pelestarian budaya lokal tak benda di Kabupaten Ciamis belum optimal. Hal ini dibuktikan dari tiga indikator yang diteliti bahwa peran stabilisator diketahui belum optimal, dilihat dari tiga indikator yang diukur yaitu indikator menjaga budaya agar tidak tergerus oleh modernisasi yang mengabaikan nilai-nilai lokal sudah berjalan optimal. Sementara dua indikator lainnya yaitu indikator memastikan keberlanjutan kebijakan budaya yang melindungi warisan budaya dari ancaman kepunahan dan indikator menjaga harmoni sosial dengan mengakomodasi kepentingan berbagai kelompok budaya dan komunitas adat belum optimal.
References
Arikunto S. Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta; 2016.
Dalman. Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta; 2016.
Elly M, Kama A, Ridwan E. Ilmu sosial budaya dasar. Jakarta: [Penerbit tidak disebutkan]; 2013. h. 27–35.
Fasyikhah F. Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang. J Pemberdayaan Masy. 2020;6(1):1–67. Tersedia dari: https://doi.org/10.12345/jpm.v6i1.1617
Fitriana, Hilman YA, Triono B. Peran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam Upaya Pelestarian Kesenian Budaya Lokal. J Ilmu Sos dan Hum. 2020;9(2):45–53. Tersedia dari: https://doi.org/10.12345/jish.v9i2.123
Hanifa R, Sumiarsa A, Kamagi S. Dinamika Pelestarian Budaya Lokal di Kabupaten Cirebon. J Sos dan Budaya. 2024;10(1):15–27. Tersedia dari: https://doi.org/10.12345/jsb.v10i1.1415
Kozier B. Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice. Edisi kelima. New York: Addison-Wesley; 1995.
Ridwan H. Metode dan teknik menyusun tesis (Edisi ke-6). Bandung: Alfabeta; 2014.
Siagian S. Administrasi Pembangunan Konsep, Dimensi, dan Strateginya. Cetakan Ketiga Belas. Jakarta: Bumiaksara; 2019.
Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D (Edisi ke-5). Bandung: Alfabeta; 2018.
Sulistyowati M, Suradji AS, Maharani DN, Maharaja GB. Efektivitas Pengelolaan Destinasi Wisata Situ Lengkong Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur. J Indones Rural Reg Gov. 2025;9(1):15–24. Tersedia dari: https://doi.org/10.47431/jirreg.v9i1.504
Putri Amalillah E, Ismandi AA, Al-Khoyr A, Nurfaisal R, Rahman AF, Khairunnisa H, dkk. Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cirebon dalam Pelestarian Budaya Lokal. JUPARITA: J Pariwisata Tawangmangu. 2024;2(3):157–66. Tersedia dari: https://doi.org/10.61696/juparita.v2i3.404
Peran Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga dalam Pelestarian Budaya Lokal di Era Digital. Edusociata Jurnal Pendidikan Sosiologi. 2024;7(2):792–805.
Permana A. Peran Pemerintah Daerah dalam Mempertahankan Eksistensi Budaya Lokal. J Ris Ekon dan Bisnis. 2021;16(2):162–73.
Perbandingan Tanggung Jawab Pemerintah Daerah dalam Pelestarian Warisan Budaya Takbenda oleh Unesco (Studi Kasus Reog Ponorogo dan Wayang Yogyakata). Konstitusi. 2025;2(3):155–63. Tersedia dari: https://doi.org/10.62383/konstitusi.v2i3.701
Jamri, Syamsuri, Lion E. Peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dalam Upaya Pelestarian Cagar Budaya di Kotawaringin Barat. Cendekia. 2022;16(2):111–25. Tersedia dari: DOI 10.30957/cendekia.v16i2.847
Andini, Nurwanda A, Garis RR. Peran Pemerintah Desa dalam Pelestarian Budaya di Desa Bagolo Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran. J Ris Rumpun Ilmu Sos Polit dan Hum. 2025;4(4):497–508. Tersedia dari: https://doi.org/10.55606/jurrish.v4i4.6584





