Collaborative Governance Pemerintah Desa, Lembaga Adat dan Masyarakat Dalam Melestarikan Gawai Dayak

Authors

  • BASELIUS AFRENDI basel SEKOLAH TINGGI PEMBANGUNAN MASYARAKAT DESA
  • Sri Widayanti Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD"

DOI:

https://doi.org/10.47431/jirreg.v9i2.720

Keywords:

gawai dayak, Collaborative Governance, customary institution

Abstract

Over time, the implementation and function of Gawai Dayak have evolved due to population growth and increasing social diversity in terms of ethnicity, culture, religion, occupation, and other factors. Several issues have emerged, such as the perception that Gawai Dayak is a financial burden, the younger generation viewing it merely as entertainment with little cultural significance, conflicts during the celebration, and limited transparency and accountability in managing funds. This study uses a narrative qualitative method, focusing on Gawai Dayak as the research object, with village governments, traditional institutions, and local communities as subjects. Conducted in Umin Jaya Village, Dedai District, Sintang Regency, the study collected data through observation, interviews, and documentation, followed by stages of data reduction, presentation, and conclusion. The findings reveal that Gawai Dayak holds strong cultural value, including rituals like ngamik semengat padi, symbolizing hopes for a prosperous harvest, and ngemaik anak manik ke pian, a ritual of prayer and the lifting of taboos. The festival also fosters family gatherings and communal entertainment. Elements of collaborative governance are evident through formal interactions in organizing committees and informal discussions among members. Trust is built during the committee selection process and maintained throughout the planning, execution, and evaluation stages.

References

Jumaidi S, Indriawati T. 10 suku bangsa terbesar di Indonesia [Internet]. Kompas.com. 2023 [cited 2024 May 13]. Available from: https://www.kompas.com/stori/read/2023/03/16/130000879/10-suku-bangsa-terbesar-di-indonesia

Adib HM. Filsafat ilmu: Ontologi, epistimologi, aksiologi, dan logika ilmu pengetahuan. 3rd ed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar; 2015. 57 p.

Pemerintah Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 87 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara; 2021.

Azeharie S, Paramita S, Sari WP. Studi Budaya Nonmaterial Warga Jaton. J ASPIKOM. 2019;3(6):1153-1161

Wati E, Sari W, Ibrahim I, Rezeki S. Dampak Modernisasi terhadap Sopan Santun Generasi Milenial. 2023;3:66–72.

Manupputy F. Modernisasi Dan Perubahan Struktur Keluarga Pada Masyarakat Adat. J Noke. 2022;7(2):278-289.

Sally Maghfirah A, Anggrainika V, Dian Sari Br Sinaga Y. Pengaruh Budaya K-Pop Terhadap Kehidupan Mahasiswa Universitas Diponegoro. J Indones Sos Teknol. 2022;3(2):250-258.

Akbar HM, Najicha FU. Upaya Memperkuat Jati Diri Bangsa Melalui Pemahaman Wawasan Nusantara Di Era Gempuran Kebudayaan Asing [Internet]. J Kewarganegaraan. 2022;6(1):2122–2127. Available from: https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/2939/pdf

Fathurrahman. Masyarakat adat Dayak Meratus ritual tolak bala dan tutup kampung cegah COVID-19 [Internet]. kalsel.antaranews.com. 2020 [cited 2024 May 13]. Available from: https://kalsel.antaranews.com/berita/159488/masyarakat-adat-dayak-meratus-ritual-tolak-bala-dan-tutup-kampung-cegah-covid-19

Wulandari ST. 9 Budaya Indonesia yang Diklaim Negara Lain [Intenet]. MediaIndonesia.com. 2024 [cited 2024 may 13]. Available from: https://mediaindonesia.com/humaniora/647532/9-budaya-indonesia-yang-diklaim-negara-lain

Pemerintah Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa [Internet]. Jakarta: Kementerian Sekretariat Negara; 2014 [cited 2024 May 13]. Available from: https://peraturan.go.id/ 12.

Kristianus A. Gawai Dayak as Communication Media of Dayak People in Borneo. Medio. 2020;2(1):26–36.

Syafrita I, Murdiono M. Upacara Adat Gawai Dalam Membentuk Nilai-Nilai Solidaritas Pada Masyarakat Suku Dayak Kalimantan Barat. J Antropol Isu-Isu Sos Budaya. 2020;22(2):151-159.

Arrozaaq DLC. Collaborative Governance (Studi Tentang Kolaborasi Antar Stakeholders Dalam Pengembangan Kawasan Minapolitan di Kabupaten Sidoarjo). Kebijak dan Manaj Publik [Internet]. 2016;3:1–13. Available from: http://repository.unair.ac.id/67685/

Eko S. Government Making: Rebuilding Government Science. Governabilitas (Jurnal Ilmu Pemerintah Semesta). 2021;2(1):1–20.

Larantika Aaad. Kolaborasi Aktor Dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Badung Provinsi Bali [skripsi]. Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya Malang. 2019.

Downloads

Submitted

2025-10-22

Accepted

2025-11-14

Published

2025-12-30