Governmentality Dalam Pemanfaatan Tradisi Buka Etang Sebagai Alternatif Penanagan Masalah Pangan di Desa Leraboleng
DOI:
https://doi.org/10.47431/jirreg.v10i1.737Keywords:
Governmentality; Buka Etang; PanganAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi kuasa antara pemerintah desa dan tokoh adat dalam pemanfaatan tradisi buka etang sebagai alternatif penanganan masalah pangan. Tradisi ini merupakan warisan para luhur yang mana lahan pertanian yang dimiliki oleh kepala suku dapat dimanfaatkan oleh seluruh masyarakat untuk menanam dan mengolah hasil pertanian. Pemanfaatan tradisi ini tidak terlepas dari tata kelola atau relasi kuasa antara pemerintah desa dan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukan bahwa governmentality atau relasi kuasa dalam pemanfaatan tradisi buka etang adalah sebagai berikut, pertama relasi kuasa dalam penanganan masalah pangan Relasi ini menegaskan bahwa dalam pengambilan keputusan tidak ada unsur yang lebih mendominasi baik itu pemerintah atau pihak masyarakat atau baik yang memerintah atau yang diperintah. Kedua pemerintah desa tidak membatasi ruang kepada para tokoh adat dan masyarakat adat dalam mengembangkan tradisi ini. Dan ketiga Pemerintah desa, sebagai institusi formal, memfasilitasi disposisi yang tepat dengan menyediakan kerangka regulasi dan dukungan, sambil menyesuaikan diri dengan tradisi lokal. Ini menciptakan relasi setara di mana pemerintah desa tidak mendominasi, melainkan berkolaborasi untuk mengoptimalkan elemen-elemen tersebut.
References
Briawan D, Hariyadi P, Purnomo EHPH, Taqi FM. Protokol Penanggulangan dan Penyelamatan Krisis Pangan dan Gizi pada Kelompok Rawan (Protocol for Recovery and Prevention of Food and Nutrition Crises on Vurnerable Group). J PANGAN [Internet]. 2015 Jun 1 [cited 2025 Mar 20];24(2):149–66. Available from: https://www.jurnalpangan.com/index.php/pangan/article/view/32
Agustian D, Patiung M, Rembu Y, Nur M, Ode S. Network Governance Dalam Implementasi Kebijakan Ketahanan Pangan. J Kebijak Publik. 2023;14(1):63.
Yusti Suhaedah D, Syamsudin U, Moralitha Mazya T. Strategi Dan Kebijakan Ketahanan Pangan Di Kabupaten Tangerang. J Multiling. 2023;3(4):1412–82.
Mulyawanti I, Suryana EA, Winarti C, Munarso JS. Model pengembangan agroindustri sorgum mendukung diversifikasi pangan : studi kasus di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Anal Kebijak Pertan. 2023;21(2):187–98.
Syamsuri S, Hafsah H, Alang H. Peluang Wirausaha Diversifikasi Olahan Pangan Tradisional Berbasis Kearifan Lokal Oleh Suku Mandar di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Indonesia. Agro Bali Agric J. 2022;5(2):313–21.
Krisno Budiyanto MA. Model Pengembangan Ketahanan Pangan Berbasis Pisang Melalui Revitalisasi Nilai Kearifan Lokal. J Tek Ind. 2012;11(2):170–7.
Payong OD. Governabilitas Camat Dalam Percepatan Penurunan Angka Stunting di Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende. Innov J Soc Sci Res. 2024;4:3508–18.
Nuna M, Junus D, Hunawa R, Napir S, Sahi NA. Journal of Indonesian Rural and Regional Government Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Penerapan Teknologi. 2025;9(1):40–9.
Junus D, Harun N, Napir S, Nuna M, Sari SP. Analisis Kompetensi Rekrutmen Pejabat Pemerintah Kabupaten Gorontalo. J Pemerintah dan Polit. 2024;9(1):15–26.





