https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/issue/feed Jurnal Komunikasi Pemberdayaan 2022-08-02T09:08:21+07:00 Yuli Setyowati yulisetyowati@apmd.ac.id Open Journal Systems <p> <img style="padding-right: 10px;" src="https://jurnal.apmd.ac.id/public/site/images/admin_jkp/mceclip0.png" align="left" /><strong>Jurnal Komunikasi Pemberdayaan</strong> is published by the Communication Science Study Program at Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD" Yogyakarta. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan is published twice a year, in June and December.</p> <p>The scope and focus of the Empowerment Communication Journal is Communication Science which includes:</p> <p>Empowerment Communication<br />Corporate Social Responsibility<br />Media Literacy<br />Media and Gender<br />Communication development<br />Extension Communication<br />Village Communication<br />Citizen journalism<br />Sociology of communication<br />Social marketing communication<br />Social entrepreneurship</p> <p>Tourism Communication</p> https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/163 ANALISIS STRATEGI MANAJEMEN KRESNA TV DALAM UPAYA MEMPERTAHANKAN EKSISTENSI PROGRAM ACARA KONTEN LOKAL 2022-07-11T09:48:02+07:00 Elvis Jirestiany elvisjires7@gmail.com Habib Muhsin habibmuhsin@apmd.ac.id <p>Dunia penyiaran televisi membutuhkan pekerjaan yang kreatif dan menarik. Pekerjaan yang kurang kreatif tentunya akan sulit mendapatkan sebuah program acara yang diproyeksikan untuk memberikan hiburan dan edukasi pada pemirsanya. Untuk itu, tim produksi dari KresnaTV harus menjalankan manajemen kreatif untuk mencapai tujuan mereka dalam membuat program acara berkonten lokal. Tim produksi berusaha memberikan yang terbaik bagi khalayaknya melalui sajian yang sudah terkonsep sebelumnya. Penelitian ini dilakukan di stasiun televisi lokal Kresna TV di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan wawancara secara detail kepada pengelola Kresna TV. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami strategi manajemen Kresna TV dalam usaha memepertahankan eksisitensi program acara konten lokal. Hasil penelitian diperoleh bahwa manajemen kreatif dalam program acara Kresna TV sangatlah penting. Merancang sebuah program harus benar-benar matang, agar pada saat proses produksi sampai program acara berjalan akan disukai oleh para audiens terutama program acara berkonten lokal. Program acara Kresna TV menyajikan konten yang mengandung unsur lokal sesuai dengan budaya Yogyakarta melalui pembawa acara yang menggunakan bahasa Jawa dan topik yang disajikan sesuai wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Program acara yang disajikan bertujuan untuk menghibur dan memberikan informasi kepada audiens dengan menampilkan program acara berkonten lokal.</p> 2022-07-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Komunikasi Pemberdayaan https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/160 MANIFESTASI GEGAR BUDAYA TOKOH UTAMA FILM “MANTAN MANTEN” DALAM TINJAUAN ANALISIS WACANA KRITIS 2022-06-23T10:17:54+07:00 Dewangkoro Rinugroho dewangkoror@gmail.com <p>Film “Mantan Manten” merupakan film drama romansa dan rilis pada bulan April 2019. Film ini menjadi menarik karena pengemasannya sebagai film romansa, baik dari poster hingga <em>trailer</em>, namun secara bersamaan memiliki fokus kuat dalam segi kebudayaan. Dan dalam ceritanya, tokoh utama dari film “Mantan Manten” mengalami perubahan drastis dan mengalami gegar budaya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana wacana gegar budaya dapat divisualisasikan dalam adegan film serta tujuan adanya wacana gegar budaya dalam sebuah film arus utama dengan genre drama romansa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode analisis wacana kritis. Kemudian melihat aspek <em>mise-en-scène</em> berupa <em>setting,</em> tata busana dan tata rias, dan akting untuk melihat bagaimana wacana gegar budaya ditunjukkan secara visual. Hasil analisis kemudian akan dikritisi dengan melihat fungsi dan tujuan wacana gegar budaya pada film drama romansa film “Mantan Manten”. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 21 <em>scene</em> yang memiliki unsur gegar budaya didalamnya; 7 <em>scene</em> melalui praktik diskursif, 13 s<em>cene</em> dengan praktik diskursif, dan 4 materialisasi wacana. Wacana gegar budaya dalam film “Mantan Manten” lebih banyak dimanifestasikan secara visual melalui akting tokoh, dengan <em>setting</em> dan tata rias dan busana sebagai penguat. Wacana gegar budaya dalam film memiliki fungsi sebagai penggerak narasi dengan tujuan memperlihatkan budaya jawa dukun manten secara lebih dekat dan personal melalui proses tokoh utama dalam menjadi dukun manten. Gegar budaya dalam film ini digunakan sebagai konflik sekunder dalam batin tokoh utama yang hadir dari konflik utama antara Iskandar dan Yasnina, dan sebagai wadah agar film “Mantan Manten” dapat mengisi pengetahuan mengenai budaya jawa ke khalayak umum.</p> 2022-07-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Komunikasi Pemberdayaan https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/150 MAKNA LAGU “PRETTY REAL” SEBAGAI KRITIKAN PERILAKU BODY SHAMING TERHADAP PEREMPUAN 2022-06-22T11:46:56+07:00 Stara Asrita staraasrita@amikom.ac.id Kris Hardi Yanti Indra Meswara krismeswara86@gmail.com <p>Lagu merupakan salah satu media untuk menyuarakan kritik sosial. Dalam lagu terdapat lirik yang digunakan untuk menyuarakan pendapat sang pencipta lagu. Penelitian ini ingin menganalisis lagu berjudul “Pretty Real” yang dinyanyikan oleh kumpulan <em>beauty influencers</em> yaitu Ramengvrl, Titan Tyra, Cindercella, Nandya Arsita dan Minyo33. Lagu berusaha memberikan pandangan baru tentang konstruksi kecantikan perempuan. Analisis semiotika Ferdinand de Saussure digunakan untuk mengkaji tanda-tanda yang muncul dalam lagu untuk menemukan makna melalui penanda (<em>signifier</em>) dan petanda (<em>signified</em>). Hasilnya, pada bait I, perempuan yang cantik tidak harus digambarkan sebagai karakter Tinker Bell. Pada bait II, perempuan harus bangga menjadi dirinya sendiri. Bait III, perempuan itu cantik apa adanya. Selanjutnya Bait IV, perempuan harus melawan stereotip negatif sejak kecil. Bait V, perempuan harus memiliki kuasa atas tubuhnya sendiri. Terkahir pada bait VI, perempuan harus saling mendukung satu sama lain. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa setiap lirik memiliki kritik sosial tentang <em>body shaming</em> yaitu tentang bagaimana perlawanan perempuan terhadap <em>body shaming</em>, yaitu standar kecantikan, berat badan, penampilan fisik.</p> 2022-07-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Komunikasi Pemberdayaan https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/171 LITERASI DIGITAL MAHASISWA PENGGUNA TIKTOK DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON 2022-08-02T09:08:21+07:00 Adam Suhardiman adam_suhardiman@gmail.com muhammad kamaluddin muhammad kamaluddin m.kamaluddin@umc.ac.id <p>Literasi Digital memiliki peran penting di kalangan mahasiswa. Mahasiswa perlu lebih memahami tentang penguasaan Literasi Digital khususnya pada penggunaan berbagai aplikasi. Penelitian ini dilakukan agar dapat mengetahui kemampuan literasi digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon pengguna aplikasi <em>TikTok.</em> Selain itu juga, mengetahui kreativitas pembuatan dan penyebaran konten yang diunggah oleh para mahasiswa tersebut. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Data didapatkan melalui observasi, dokumentasi, studi literatur dan wawancara kepada beberapa informan. Para informan adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon yang menggunakan aplikasi <em>TikTok </em>sebagai manifestasi kemampuan literasi digitalnya. Hasil penelitian ini diketahui bahwa literasi digital mahasiswa Universitas Muhammadiyah Cirebon dapat dilihat dalam berbagai kreasi konten yang mereka buat. Utamanya pada aplikasi <em>TikTok</em>, mereka membuat berbagai konten tematik sekaligus mempublikasikan kreasinya tersebut kepada khalayak pengguna <em>TikTok</em> lainnya. Sedemikian sehingga baik ragam unggahan konten semisal motivasi, edukasi, hiburan beserta capaian pemirsanya menjadi gambaran objektif mereka ihwal literasi digital.</p> 2022-07-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Komunikasi Pemberdayaan https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/162 ANALISIS WACANA AKUN FACEBOOK BUPATI TEMANGGUNG TENTANG PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 2022-06-27T12:20:42+07:00 Tri Agus Susanto tasspijar@yahoo.com <p>Penelitian ini tentang media sosial yang digunakan oleh pejabat publik untuk penanganan pencegahan dan penyebaran Covid 19. Media sosial khususnya <em>facebook</em> yang digunakan oleh pejabat publik untuk berkomunikasi dengan warganya sangat menarik untuk diteliti. Ini menunjukkan baik pejabat publik maupun warga telah melek teknologi informasi. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis dari Teun A. van Dijk. AWK untuk mengetahui bagaimana unggahan-unggahan pada <em>Facebook</em> Bupati Temanggung terkaiit penanganan, pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Temanggung. Melalui observasi, wawancara dan studi pustaka terkait akun <em>facebook</em> Bupati Temanggung yang digunakan untuk kampanye publik Covid-19, peneliti menemukan pentingnya pejabat publik mempunyai kecakapan khusus menggunakan media sosial sesuai perkembangan zaman. Riset ini membuktikan jika pejabat daerah memiliki peran berarti dalam melaksanakan pencegahan dan usaha penindakan Covid 19 di daerahnya. Kegiatan komunikasi publik dan kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Temanggung melalui <em>facebook</em> sangat efektif.</p> 2022-07-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Komunikasi Pemberdayaan https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/161 MENUJU DESA KOMUNIKATIF MELALUI KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT (KIM) 2022-06-27T12:27:48+07:00 Ade Chandra nurani_adechandra@yahoo.co.id <p>Masyarakat pedesaan saat ini menghadapi serbuan informasi akibat kemajuan teknologi komunikasi di tengah upaya mencapai kesejahteraan. Tak sedikit program yang dilakukan,. Tetapi masyarakat masih belum menjadi lebih kuat. Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) sebagai metamorfosis dari era <em>developmentalis</em> bisa menjadi pranata sosial dengan mengusung pengetahuan, nilai, dan ideologi desa. Tulisan ini ingin melihat sejauh mana peran KIM dalam pemberdayaan masyarakat di Kapanewon Depok Kabupaten Sleman Provinsi Yogyakarta, mulai dari sosialisasi KIM oleh instansi terkait, pengorganisasian, dan cara kerja KIM yang mampu menjadi ruang komunikasi sosial bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui FGD tokoh masyarakat dan pengurus KIM, wawancara, dan dokumentasi. KIM di Depok, Sleman, Yogyakarta. Temuan lapangan menunjukkan bahwa pemberdayaan KIM masih sebatas program teknis “proyek” yang dirumuskan dari supra desa yang tak sesuai dengan denyut nadi warga. Ruang KIM belum ditempatkan pada upaya mengkonsolidasikan kepentingan dan potensi lokal desa, menjadi jembatan transformasi kolektif dengan sasaran utama kemakmuran masyarakat desa berdasarkan potensi sosial budaya dan lingkungan setempat. Desa Komunikatif melalui KIM berarti membangun desa dari “belakang” dengan denyut menyuntikkan informasi relevan dengan permasalahan warga, saling mendiskusikan solusi akternatifnya, kemudian menyelenggarakan agenda tindak lanjut melalui kerja sosial kelembagaan yang kuat dan semangat budaya secara kolektif desa.</p> 2022-07-22T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Jurnal Komunikasi Pemberdayaan