Peran Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Bandung Pasca Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.47431/jirreg.v9i2.683Keywords:
Role, Local Government , Tourism Village , DevelopmentAbstract
Kabupaten Bandung merupakan wilayah di Provinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata yang cukup menarik. Selain wisata alamnya yang kaya, Kabupaten Bandung juga menjadi sentra pelestarian budaya dan situs sejarah yang dinamis dibandingkan dengan Kabupaten lain di Jawa Barat. Meskipun Pemerintah Pusat telah berulang kali menyelenggarakan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI), hingga kini belum ada desa di Kabupaten Bandung yang menembus sepuluh besar di setiap kategori. Adapun pencapaian tertinggi hanya 75 besar di tahun 2022 dan 2023. Terlebih, pasca pandemi covid-19, geliat wisata di Kabupaten Bandung semakin lesu dan berdampak pada ekonomi masyarakatnya. Penulisan ini menggunakan teori Peran dari Pitana & Gayatri yang menjelaskan bahwa peran dapat ditinjau dari tiga variabel, yakni motivator, fasilitator, dan dinamisator. Metode penulisan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta perwakilan Desa wisata di Kabupaten Bandung baik berkategori Desa wisata maju, berkembang dan rintisan. Hasil penulisan menunjukan dari 100 Desa wisata yang di tetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung hanya sebagian kecil yang memenuhi kriteria kelayakan sebagai desa wisata yang masuk dan bisa dianggap layak menjadi Desa wisata. Untuk peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung sebagai motivator seperti adanya penyuluhan dan pembinaan, fasilitator seperti adanya pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pariwisata dan dinamisator seperti adanya kerjasama dengan pihak-pihak tertentu. Peran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bandung sebagai motivator, fasilitator, dan dinamisator dalam pengembangan desa wisata pasca pandemi Covid-19 belum optimal, terutama karena berbagai hambatan nonteknis seperti faktor politik, lemahnya komitmen kelembagaan, dan kendala administratif hambatan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam penguatan strategi pemerintah daerah dalam pengembangan pariwisata berbasis desa pasca pandemi Covid-19.
References
Eva Elviana EDWAAvenzoar. Upaya Peningkatan Citra Kawasan Wisata Budaya Pada Sanggraloka Sekar Wilis Ponorogo. Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan. 2021;13(1):1–6.
Penulis N, Setiawan T. Proses Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Desa (RIPPDes) Tahun 2023-2028 di Desa Wisata Wanasari, Kabupaten Bandung Corresponding Author. 2024;1(11). Available from: https://jurnalpengabdianmasyarakatbangsa.com/index.php/jpmba/index
Yusri A. Pengembangan Political Will Pemerintah Desa Memberdayakan Petani Aren Di Koto Tuo Barat Kecamatan Xiii Koto Kampar.
Hendriyani. https://www.kemenparekraf.go.id. 2024. p. 1–2 Menparekraf Resmi Luncurkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (Adwi) 2024 Siaran Pers.
AgusSupriatna. Strategi pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan desa wisata di desa rawabogo kecamatan ciwidey kabupaten bandung provinsi jawa barat. VISIONER: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia. 2020;12(3):561–78.
AR MS. Perencanaan Strategis dalam Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Bandung (Suatu Kajian di Kecamatan Ciwidey). J-MAS (Jurnal Manajemen dan Sains). 2023 Apr 30;8(1):901.
Ulfa R, Asrida W, Amin M, Wicaksono B, Kunci K, Kebijakan :, et al. Analisis Faktor-Faktor Dalam Pembangunan Di Desa Sei Putih Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar.
Alma Widianti HNFD. Persepsi Wisatawan Domestik Mengenai Ekowisata Di Wana Wisata Kawah Putih (Local Tourist Perceptions on Eco-Tourism in Wana Wisata Kawah Putih). Journal of Tourism Destination and Attraction. 2021;9(2):2685–6026.
Kurniasih D, Suhendar C. Jurnal administrasi Pemerintahan Desa, V2.i1. 2021; Available from: http://village.id/index.php/village
Suryana M, Raka S, Putri S, Politeknik U, Bandung N. Identifikasi Potensi Pengembangan Pariwisata Halal di Desa Wisata Lebak Muncang Kabupaten Bandung. Vol. 25, Jurnal Ilmiah Pariwisata. 2020.
Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. https://jabar.jadesta.com/sebaran. 2024. p. 1–1 Peserta Anugerah Desa Wisata 2024.
Basri Bado. Model pendekatan kualitatif: Telaah dalam metode penelitian ilmiah. Sukoharjo: Tahta Media; 2022.
Purnawati L. Peranan Pemerintah Desa dalam Menangani Konflik Peternakan Ayam Broiler di Desa Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan. 2020 Dec 31;19(2):229–43.
Titi Stiawati. Penyelenggara Pelayanan Publik yang bermutu di Pemerintah Daerah. In: Proceeding Simposium Nasional Otonomi Daerah 2011. Serang: LAB-ANE FISIP Untirta; 2011. p. 215–2019.
Eko Wardono, Asmorowati S, Suaedi F, Setijaningrum E. Sustainability Strategy in Transforming Revolving Fund Management: Case Study of the Ex-National Program for Independent Community Empowerment Rural in Tuban Regency. Journal of Governance and Administrative Reform. 2024 Jun 30;5(1):52–67.
Putra IMAWW, Huda MN. Implementasi Good Village Governance dalam Pengembangan Industri Pariwisata. Nakhoda: Jurnal Ilmu Pemerintahan [Internet]. 2022 Dec 31;21(2):145–60. Available from: https://nakhoda.ejournal.unri.ac.id/index.php/njip/article/view/365
Sultan M, Endah K, Aditiyawarman A. Efektivitas Pengelolaan Destinasi Wisata Situ Lengkong Oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis. Journal of Indonesian Rural and Regional Government [Internet]. 2025 Aug 7;9(1). Available from: https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JIRReG/article/view/573
Ahmad Mustanir. Perencanaan Mewujudkan Kehidupan Pemerintahan dan Sosial Yang Islami di Desa Tonrong Rijang Kabupaten Sidenreng Rappang. In: Prosiding Seminar Nasional Reformasi dan Inovasi Tata Kelola Pemerintahan. Samarinda: FISIP Universitas Mulawarman; 2016. p. 289–306.
Widiyaningrum WY, Riaji IAR. Collaborative Governance on Mangrove Rehabilitation by Indralayang Village and PT. PLN West Java at Karang Modang. In 2023. p. 1148–60.
Maulia EI, Setiyono B. Collaborative Governance Dalam Pengembangan Desa Wisata Nglanggeran: Analisis Dampak Digitalisasi Desa Wisata [Internet]. Available from: www.fisip.undip.ac.id
Lestari UF, Saputra WA. Collaborative Governance Program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (Gadis) Kabupaten Pesawaran. Journal of Indonesian Rural and Regional Government. 2023 Dec 29;7(2):68–76.





