Adaptive Co-Management Kearifan Lokal Dalam Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan Di Kabupaten Gunung Mas

Main Article Content

Desie Andreastuti
Katriani Puspita Ayu

Abstract

Penelitian ini membahas integrasi kearifan lokal masyarakat Dayak dengan pendekatan Adaptive Co-Management (ACM) dalam tata kelola lingkungan berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana nilai-nilai lokal seperti pahuni, tumbang, dan sistem ladang berputar dapat diadaptasikan ke dalam kebijakan dan praktik pengelolaan lingkungan modern yang cenderung top-down. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola lingkungan di Gunung Mas berada pada fase emerging collaboration, di mana kolaborasi antaraktor negara, komunitas adat, dan organisasi mitra mulai tumbuh, tetapi belum terinstitusionalisasi secara permanen. Pembelajaran sosial terbukti menjadi mekanisme penting dalam menjembatani pengetahuan ilmiah dan tradisional, menghasilkan peta tata kelola bersama yang memengaruhi kebijakan daerah. Kesimpulannya, integrasi ACM dan kearifan lokal memperkuat legitimasi sosial dan efektivitas ekologis pengelolaan lingkungan, namun keberlanjutannya memerlukan penguatan kelembagaan, mekanisme power sharing, dan feedback loop kebijakan yang adaptif.


Kata Kunci: Kearifan Lokal, Adaptive Co-Management, Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan


 

Article Details

How to Cite
Desie Andreastuti, & Katriani Puspita Ayu. (2025). Adaptive Co-Management Kearifan Lokal Dalam Tata Kelola Lingkungan Berkelanjutan Di Kabupaten Gunung Mas. Jurnal Masyarakat Dan Desa, 5(2), 100–130. Retrieved from https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JMD/article/view/730
Section
Articles