Strategi Komunikasi dalam Pengembangan Pariwisata Religi Bahari Berbasis Sejarah di Cirebon

Authors

  • Nurul Chamidah Universitas Muhammadiyah Cirebon
  • Daduk Merdika Mansur Universitas Telkom Bandung
  • Endah Nurhawaeny Kardiyanti Universitas Muhamadyah Cirebon
  • Dea Angkasa Putri Supardi Universitas Muhamadyah Cirebon
  • Yusa Indera Permana Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.47431/jkp.v4i2.647

Keywords:

difusi inovasi, pariwisata, religi, bahari, masyarakat

Abstract

Pengembangan pariwisata di kawasan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, hingga saat ini masih terkonsentrasi pada wisata ziarah makam Sunan Gunung Jati, sementara potensi bahari, sejarah maritim, dan lingkungan pesisir di sekitarnya belum terintegrasi sebagai satu kesatuan destinasi. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengembangan pariwisata religi bahari sebagai alternatif pembangunan pariwisata berkelanjutan melalui perspektif komunikasi pembangunan dengan menggunakan teori Difusi Inovasi sebagai kerangka teoretik utama untuk menjelaskan proses penyebaran gagasan pariwisata berbasis kawasan dan adopsinya oleh masyarakat. Penelitian ini berangkat dari asumsi bahwa inovasi pariwisata akan lebih mudah diterima apabila dikomunikasikan melalui saluran berbasis komunitas, selaras dengan nilai religius lokal, dan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-eksploratif yang dilaksanakan pada periode 2022–2025 melalui studi dokumen kebijakan (RPJMD, RIPPARDA/Raperiparda, dan RTRW), observasi lapangan dan pemetaan potensi pariwisata di Kecamatan Gunung Jati, wawancara mendalam dengan aktor penggerak masyarakat, tokoh agama, pemerintah kecamatan, serta Bapelitbangda, dan Focus Group Discussion (FGD) multipihak. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña untuk mengidentifikasi aktor komunikasi, saluran komunikasi, tahapan adopsi inovasi, serta bentuk partisipasi masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pariwisata religi bahari dipahami sebagai inovasi sosial yang bertumpu pada narasi sejarah, penguatan kapasitas masyarakat, dan pembelajaran sosial bertahap, dengan komunitas mangrove dan pelaku UMKM sebagai early adopters serta tokoh agama dan penggerak komunitas sebagai change agents. Temuan ini memperkuat relevansi teori difusi inovasi dalam konteks pariwisata berbasis nilai religius dengan strategi guna mengurai konsentrasi wisata ziarah, memperluas destinasi pendukung, dan mendorong pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis masyarakat.

References

Akib, H., Syaefullah, L., & Abdul Gani, H. (2021). REVITALIZATION OF MARITIME SILK ROAD BASED ON THE SECURITY IMPLICATIONS AND COOPERATION. AUSTRAL: Brazilian Journal of Strategy &Amp; International Relations, 10(20), 73–78.

Arismayanti, N. (2021). Community Local Wisdom and Efforts to Create Quality Marine Tourism. Webology, 18, 243–260. https://doi.org/10.14704/web/v18i2/web18319

Asteja, M. (2021). PENGARUH ERUPSI GUNUNG CIREMAI TERHADAP MORFOLOGI TATA RUANG KAWASAN PELABUHAN CIREBON PADA MASA KOLONIAL 1681–1942: The Effect of Mount Ciremai Eruption on the Spatial Morphology of Cirebon Port Area during the Colonial Period 1681-1942. Prosiding Balai Arkeologi Jawa Barat, 117–127.

Atmodjo, S. (2017). Laksamana Cheng Ho: Jejak Damai Penjelajah Dunia. Anak Hebat Indonesia.

Bolici, F., Acciarini, C., Marchegiani, L., & Pirolo, L. (2024). Innovation diffusion in tourism: how information about blockchain is exchanged and characterized on twitter. The TQM Journal, 36(9), 255–279.

Collado-Agudo, J., Herrero-Crespo, Á., & San Martín-Gutiérrez, H. (2023). The adoption of a smart destination model by tourism companies: An ecosystem approach. Journal of Destination Marketing & Management, 28, 100783.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Handayani, S., & Damayanti, R. (2024). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengembangan Desa Wisata Perspektif Ekonomi Syariah. 7, 153–165.

Hermawan, A. (2022). Potret Pribumisasi Islam Humanis dalam Babad Cirebon: Studi Analisis Wacana Kritis-Historis. Islamic Review: Jurnal Riset Dan Kajian Keislaman, 11(2), 139–154.

Iryana, W., Mustofa, M. B., & Anwar, M. S. (2023). Budaya Bendawi Pra Islam di Keraton Cirebon Indonesia. Bulletin of Indonesian Islamic Studies, 2(1), 19–38.

Iswanto, A., & Saefullah, A. (2021). Narasi Moderasi Beragama dalam Naskah Serat Carub Kandha. Jurnal Lektur Keagamaan, 19(1), 37–68.

Jendelanusantara. (2014). Kerajaan Singapura Awal dari Kerajaan Cirebon. Perpustakaan Tanah Impian.

Khaenamkhaew, D., Onjun, P., Damrongwattana, J., & Prathum, B. (2023). The participation of community leaders for sustainable tourism development: A case study in Phipun District, Nakhon Si Thammarat Province, Thailand. Cogent Social Sciences, 9. https://doi.org/10.1080/23311886.2023.2229172

Khoiriyah, N., Pujiyanto, E., Damayanti, R. W., & Yuniaristanto, Y. (2024). Sustainable Religious Tourism: A Systematic Literature Review. Proceeding ISETH (International Summit on Science, Technology, and Humanity), 658–667.

Lubis, M. (2019). Perancangan Informasi Mengenai Sejarah Nyai Subang Larang Melalui Media Buku Cerita Bergambar. Universitas Komputer Indonesia.

Machmury, A. (2023). Storynomic Tourism Strategy: Promotion of Storytelling-Based Tourism Destinations. SIGn Journal of Tourism, 1(1), 28–42.

Mahfud, C. (2014). The role of cheng ho mosque: The new silk road, Indonesia-China relations in islamic cultural identity. Journal of Indonesian Islam, 8(1), 23–38.

Mahfudzoh, A. (2018). Hubungan perdagangan Cirebon dan Sunda Kalapa Abad XVI: suatu studi sejarah ekonomi. Fakultas Adab & Humaniora.

Miksic, J. N. (2021). 1. China and the Maritime Silk Road: from passive to active participant. Research Handbook on the Belt and Road Initiative, 1.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook. (No Title).

Mubarman, M. (2016). PERGUMULAN ISLAM DENGAN BUDAYA LOKAL DI CIREBON (Perubahan Sosial Masyarakat dalam Upacara Nadran di Desa Astana, Sirnabaya, Mertasinga, Kecamatan Cirebon Utara). Holistik, 15(2).

Muda, F. (2025). Community participation in Indonesian sustainable tourism: A systematic review of models, impacts, and gaps. Priviet Social Sciences Journal, 5(8), 125–139.

Mukhoyyaroh, M. (2021). Akulturasi Budaya Tionghoa Dan Cirebon Di Kesultanan Cirebon.

Mulyono, G. (2015). Yin Feng Shui DItinjau dari Aliran Angin pada Klenteng Liong Tjwan Bio Probolinggo. LANTING Journal of Architecture, 4(1), 21–28.

Pongsakornrungsilp, S., Pongsakornrungsilp, P., Chouykaew, T., Niyomdecha, H., Chansamran, S., & He, Y. (2024). Integrating Sustainability and Cultural Sensitivity: Clustering Muslim Tourist Lifestyles in the Andaman Coastal Cluster, Thailand. Sustainability. https://doi.org/10.3390/su16219542

Prasetyo, N., Filep, S., & Carr, A. (2021). Towards culturally sustainable scuba diving tourism: an integration of Indigenous knowledge. Tourism Recreation Research, 48, 319–332. https://doi.org/10.1080/02508281.2021.1925830

Rizky, A. (2019). Re-aktualisasi kisah perjalanan laksamana Cheng Ho di Cirebon melalui batik (Kajian Batik di Cirebon serta hubungannya dengan Bahasa Rupa Tradisi). Corak: Jurnal Seni Kriya, 8(1), 26–42.

Rohman, A., & Mansyur, H. M. M. (2022). Diplomasi Profetik (Studi Analisis pada Lawatan Cheng Ho di Nusantara). Dauliyah: Journal of Islam and International Affairs, 7(2), 1–31.

Sanusi, A., Arif, F., & Hasyim, R. S. (2022). PERUBAHAN EKSISTENSI SUNGAI DAN PENGARUHNYA BAGI KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT KOTA CIREBON PADA MASA HINDIA BELANDA TAHUN 1900-1942. Yayasan Wiyata Bestari Samastra.

Saptono, N., & Widyastuti, E. (2019). Situs-Situs Arkeologi di Daerah Gegunung sebagai Jejak Permukiman Awal di Cirebon. Jurnal Panalungtik, 2(2), 109–126.

Sen, T. (2023). Inventing the ‘Maritime Silk Road.’ Modern Asian Studies, 57(4), 1059–1104. https://doi.org/DOI: 10.1017/S0026749X22000348

Sihombing, I. H. H., & Suastini, N. M. (2024). Marine Cultural Tourism in Bali: A Study of The Interplay Between Marine and Cultural Attractions. Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies, 1(1), 49–59.

Titing, W. B., Afdhal, & Haulussy, R. (2025). Laut sebagai Lanskap Budaya: Integrasi Kearifan Lokal dan Ekowisata Bahari di Kepulauan Kecil Maluku. Indonesian Journal of Sociology, Education, and Development. https://doi.org/10.52483/sk8qsy39

Tracy, S. J. (2024). Qualitative research methods: Collecting evidence, crafting analysis, communicating impact. John Wiley & Sons.

Yuan, M. (2020). The Myth of Zheng He: Kenya-China Encounters in Yvonne Owuor’s The Dragonfly Sea: Afrika Focus, 33(2), 11–26. https://doi.org/https://doi.org/10.1163/2031356X-03302004

Zulfah, S. (2018). Islamisasi Di Cirebon: Peran dan Pengaruh Walangsungsang Perspektif Naskah Carios Walangsungsang. Jurnal Tamaddun, 6(1).

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Chamidah, N., Mansur, D. M., Kardiyanti, E. N., Supardi, D. A. P., & Permana, Y. I. (2025). Strategi Komunikasi dalam Pengembangan Pariwisata Religi Bahari Berbasis Sejarah di Cirebon. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 4(2), 109–120. https://doi.org/10.47431/jkp.v4i2.647

Issue

Section

Articles