Kesiapan Masyarakat Dalam Transformasi Menuju Desa Wisata Berbasis Community-Based Tourism

Authors

  • Heri Roh Pujiati Universitas Gunung Kidul
  • Ricardho Dhaniel Nugroho Universitas Gunung Kidul

DOI:

https://doi.org/10.47431/jkp.v5i1.860

Keywords:

tourist villages, community-based tourism, institutions, participation

Abstract

This study aims to analyze the readiness of the community of Wotawati Hamlet, Pucung Village, Girisubo Subdistrict, Gunungkidul Regency, in transforming into a Community-Based Tourism (CBT)-based tourist village. This research employs a descriptive qualitative approach to examine community readiness in the transformation process, using interviews, observations, and documentation, which are analyzed through the Miles and Huberman interactive model. The results show that community readiness is progressive but remains at a strengthening stage. This is indicated by the establishment of a tourism village working group supported by organizational bylaws (AD-ART) and management synergy through the Village-Owned Enterprise (BUMKal), the presence of two certified tour guides, and community participation in training programs related to guiding, homestay management, and micro, small, and medium enterprises (MSMEs). In addition, economic impacts have begun to emerge since 2023 through collectively managed parking and homestay revenues. Government support through the Village Budget (APBKal), Regional Financial Assistance (BKK), the Special Fund, and the development of a participatory master plan has further strengthened the transformation process. However, several challenges remain, including limited human resources among tourism actors, the absence of an entrance fee system, limited infrastructure access, and uneven community participation.Overall, community readiness is at an early development stage, with the potential to evolve into inclusive and sustainable CBT-based tourism village governance.

References

Maulani, Ammela., Fakhrudin.,(2025) Partisipasi Masyarakat pada Community Based Tourism di

Desa wisata Giyanti. Kabupaten Wonosobo

Andjanie, I. F., Asyifa, N., Pratama, R. K., & Furqan, A. (2025). Strengthening community

involvement: An in-depth exploration of the community-based tourism (CBT) approach in Lamajang Tourism Village. Bandung Regency.

Chatkaewnapanon S. Youth involvement in sustainable tourism: Lessons from rural communities.

Asian J Tour Res. 2018;5(3):77–88.

Fifiyanti D, Taufiq ML, Ermawati KC. Penerapan konsep community based tourism dalam

pengembangan desa wisata Burai. Jurnal Industri Pariwisata. 2023;5(2):1425–36.

doi:10.36441/pariwisata.v5i2.1425

Giampiccoli A, Kalis JH. Community-based tourism in rural areas: Enhancing Sustainability.

Journal Sustain Tour. 2018;26(2):123–140.

Khusnawati MA, Wahyudi A. Penerapan konsep community based tourism dalam pengelolaan

desa wisata sebagai upaya peningkatan perekonomian masyarakat. Tourism Scientific

Journal. 2022;9(1):303–15. doi:10.32659/tsj.v9i1.303

Okazaki E. A community-based tourism model: Its conception and use. Journal Sustain Tour.

;16(5):511–529.

Pimid. Strategi pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata berkelanjutan. Jurnal Pariwisata

Lokal. 2024;8(2):101–116.

Pratiwi EN, Utama MC, Romadhan MI. Komunikasi strategis berbasis community based tourism

oleh BUMDes dalam pengembangan branding desa wisata. RELASI: Jurnal Penelitian

Komunikasi. 2025;5(4):2248–60. doi:10.69957/relasi.v5i04.2248

Wardani S, Pimid. Kesiapan masyarakat dalam pengembangan pariwisata berbasis komunitas.

Jurnal Pariwisata Nusantara. 2024;9(1):33–45.

Andriani, D., & Prasetyo, A. (2021). Pengembangan desa wisata berbasis community-based

tourism dalam meningkatkan ekonomi lokal. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 15(2),

–115.

Dwijosusilo, K., & Shafiyah, S. (2020). Partisipasi masyarakat dalam pemanfaatan dana desa untuk

pembangunan infrastruktur di Desa Klobur Kecamatan Sreseh Kabupaten Sampang.

Jurnal Ilmiah Manajemen Publik dan Kebijakan Sosial, 4(2), 143–

https://doi.org/10.25139/jmnegara.v4i2.3068

Sari, I. W., & Pinasti, V. I. S. (2023). Strategi Pokdarwis dalam pemberdayaan masyarakat melalui

desa wisata (Studi Kasus Desa Wisata Giyanti, Wonosobo). Dimensia: Jurnal Kajian

Sosiologi, 11(2), 84–95. https://doi.org/10.21831/dimensia.v11i2.59271

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (2021). Pedoman pengelolaan desa wisata berbasis

masyarakat. Kemenparekraf RI.

Lestari, P., & Nugroho, S. (2023). Model tata kelola desa wisata berbasis partisipatif. Jurnal

Pembangunan Wilayah dan Kota, 19(2), 210–223.

Mardikanto, T., & Soebiato, P. (2021). Pemberdayaan masyarakat dalam perspektif kebijakan

publik. Alfabeta.

Mulyana, A., & Wibowo, E. (2022). Peran BUMDes dalam pengembangan desa wisata

berkelanjutan. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 13(1), 55–70.

Septiani, A. N. (2019). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan Kampung Majapahit sebagai

desa wisata (Studi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto). Publika.

(7), 32–25. https://doi.org/10.26740/publika.v7n7.p%25p

Syafiqah, K. K., Aprilia, D., & Maharani, F. (2022). Implementasi konsep community-based tourism

(CBT) dalam mendukung pengelolaan pariwisata berkelanjutan pada destinasi wisata Sanghyang Kenit di Kabupaten Bandung Barat. Jurnal Pencinta Alam dan Lingkungan, 1(2), 1–18.

Sugiyono. (2023). Metode kuantitatif, kualitatif dan R&D (Sutopo, Ed.; 5th ed.). Bandung: Alfabeta.

Downloads

Published

2026-04-30

How to Cite

Pujiati, H. R., & Nugroho, R. D. (2026). Kesiapan Masyarakat Dalam Transformasi Menuju Desa Wisata Berbasis Community-Based Tourism . Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.47431/jkp.v5i1.860

Issue

Section

Articles