REPRESENTASI TRADISI RETORIKA DALAM ANIME ONE PIECE ARC WHOLE CAKE ISLAND: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES

Authors

  • Ilham Muhammad Ilham Pramuditya Mahasiswa
  • Fadjarini Sulistiowati Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

DOI:

https://doi.org/10.47431/jkp.v4i2.853

Keywords:

Representasi, tradisi retorika, one piece arc whole cake island, semiotika, Roland Barthes

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pemahaman bahwa teks budaya populer tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang produksi makna dan legitimasi ideologis melalui praktik komunikasi simbolik; dalam konteks tersebut, narasi audiovisual menghadirkan dialog, konflik, dan representasi kuasa yang membentuk cara audiens memahami moralitas dan kepemimpinan; One Piece Arc Whole Cake Island menampilkan dinamika konflik yang intens sehingga relevan dikaji sebagai praktik retorika budaya. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana tradisi retorika persuasif direpresentasikan melalui dialog, tindakan, dan simbol visual, serta bagaimana makna denotatif, konotatif, dan mitologisnya dikonstruksi dalam narasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk-bentuk retorika persuasif, menganalisis lapisan pemaknaannya menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, serta mengungkap makna sosial dan ideologis yang dinaturalisasi dalam teks. Metode penelitian  yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan desain analisis teks audiovisual dalam paradigma interpretatif-konstruktivis, sementara teknik analisis dilakukan melalui tahapan denotasi, konotasi, dan mitos terhadap enam adegan kunci yang memuat praktik persuasi dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa retorika persuasif bekerja secara multimodal melalui bahasa deklaratif, ancaman simbolik, negosiasi rasional, dan solidaritas emosional, serta pada tingkat mitologis menaturalisasi ideologi kepatuhan terhadap otoritas, pengorbanan sebagai kebajikan moral, legitimasi ilmiah sebagai dasar dominasi, dan kepemimpinan berbasis kepercayaan sebagai nilai yang dianggap wajar. Temuan ini menegaskan bahwa teks budaya populer berperan aktif dalam membentuk persepsi sosial tentang kekuasaan, konflik, dan moralitas melalui sistem tanda yang tampak sederhana namun sarat muatan ideologis, sekaligus merefleksikan dinamika sosial kontemporer dalam bentuk narasi simbolik yang persuasif.

References

Adanti, Elsa, Habibah, Jihan Nur dkk. (2025). Teori konflik Ralf Dahrendorf: Kekuasaan Sebagai

Sumber Ketimpangan Sosial.Jurnal Paradigma: Journal of Sociology Research and

Education. Volume 6 (1). 466-473. DOI 10.53682/jpjsre.y6i1.11.536

Agustin, C., Risnawati, R., & Yusron, A. (2023). Analisis semiotika Roland Barthes terhadap pesan moral dalam iklan sosial media. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 2(1), 30–44.

https://jurnal.apmd.ac.id/index.php/JKP/article/view/260

Ahmad, L. N. L., & Ramadhan, A. M. (2024). Representasi hubungan parasosial dalam anime Oshi no Ko. Jurnal Penelitian Ilmiah Multidisiplin, 8(7), 70–78.

Alisyamsujen, M., Amini, D. S., Wiratma, H. D., Nuswantoro, B. S., Nurgiyanti, T., & Subandi, Y. (2025). Pendekatan konstruktivisme budaya populer Jepang melalui anime terhadap Indonesia pada tahun 2020. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. 11(5.C), 120–126.

https://jurnal.peneliti.net/index.php/JIWP/article/view/10411

Amanu, A. (2019). Analisis konflik sosial dalam teks budaya populer. Jurnal Sosiologi Reflektif, 13(2), 201–214.

Aristotle. (2007). On rhetoric: A theory of civic discourse (G. A. Kennedy, Trans., 2nd ed.). Oxford University Press.

Association of Japanese Animations. (2024). Anime industry report 2024: Summary (Overseas edition). The Association of Japanese Animations.

Astuti, G., & Alviandhi, G. (2021). Representasi konflik dan relasi kuasa dalam narasi media populer. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 10(3), 740–748.

Barthes, R. (2013). Mitologi (Terj. Nurhadi & Sihabul Millah). Kreasi Wacana. Yogyakarta. Budiman,

Barthes, R. (1977). Image, music, text (S. Heath, Trans.). Fontana Press.

Berger, A. A. (2016). Media and communication research methods: An introduction to qualitative and quantitative approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Cahyo, P. S. N. (2014). Cultural studies: Perlintasan paradigmatik dalam ilmu sosial. Komunikatif: Jurnal Ilmiah Komunikasi, 3(1), 1–17.

Chandler, D. (2018). Semiotics: The basics (3rd ed.). Routledge.

Fairclough, N. (1995). Critical discourse analysis: The critical study of language. London: Longman.

Fikry, A. (2020). Representasi konsep retorika persuasif Aristoteles dalam pidato Ismail Haniyah untuk umat Islam Indonesia. Jurnal Al-Azhar Indonesia Seri Humaniora, 5(3), 137–145.

GamesRadar. (2025, May 5). Netflix subscribers can’t get enough of anime with over 4.4 billion hours watched so far in 2025.

https://www.gamesradar.com/entertainment/anime-shows/netflix-subscribers-cant-get-enough-of-anime-with-over-4-4-billion-hours-watched-so-far-in-2025-and-a-classic-show-beat-the-likes-of-attack-on-titan-and-demon-slayer-to-take-the-number-1-spot/

Garnita, N. W., & Suryanto. (2025). Representasi disabilitas dalam film anime Josee, the Tiger, and the Fish. Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu, 2(5), 145-156. https://doi.org/10.69714/mewxvd66

Hall, S. (1997). Representation: Cultural representations and signifying practices. SAGE Publications.

Hasan, Lizan Alfi. (2025). Social conflict in the relationship between donors and beneficiaries: An

analysis of Lewis Coser's Theory. Privat Social Sciences Journal. Vol. 5/8. P. 221-228 https://doi.org/10.55942/pssj.v5i8.56

Hendrajati, E. (2009). Mode wacana bahasa kekuasaan. Jurnal Sosial Humaniora, 2(1), 55–67.

Hernández-Pérez, M. (2019). Looking into the “anime global popular” and the “manga media”: Reflections on the scholarship of a transnational and transmedia industry. Arts, 8(2), 57. https://doi.org/10.3390/arts8020057

Horkheimer, M., & Adorno, T. W. (2002). Dialectic of enlightenment: Philosophical fragments (E. Jephcott, Trans.). Stanford University Press.

Nasution, A. R. S. (2020). Penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan. Sabilarrasyad: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pendidikan. 5(2), 164–172.

http://jurnal.dharmawangsa.ac.id/index.php/sabilarrasyad

Ott, B. L. (2010). The visceral politics of V for Vendetta: On political affect in cinema. Critical Studies in Media Communication, 27(1), 39–54. https://doi.org/10.1080/15295030903583529

Ott, B. L., & Mack, R. L. (2014). Critical media studies: An introduction (2nd ed.). Wiley-Blackwell.

Paramita, S., & Irena, L. (2020). Retorika digital dan social network analysis generasi milenial Tionghoa melalui YouTube. Jurnal Komunikasi, 12(1), 137–156. https://doi.org/10.24912/jk.v12i1.7558

Pesawaran Inside. (2024, Juni 21). Sinopsis One Piece Episode 763: Kebenaran di Balik Kepergian Sanji. Pikiran-Rakyat.com. https://pesawaran.pikiran-rakyat.com/hiburan-film/pr-3587709388/sinopsis-one-piece-763-kebenaran-di-balik-kepergian-sanji/

Putra, A. P., & Ayuh, E. T. (2025). Interpretasi pesan moral dalam anime One Piece episode 1096. Jurnal Sarjana Ilmu Komunikasi (J-SIKOM), 6(1), 175–186. https://doi.org/10.36085/jsikom.v6i1.8293

Rifqi, A. (2021). Analisis semiotika dan representasi rasisme dalam serial anime One Piece. Jurnal Komunikasi dan Organisasi (J-KO), 3(2), 16–27.

Rininta, R., & Wardani, S. (2022). Representasi konflik dalam pemberitaan media online: Analisis wacana kritis. Jurnal Ilmu Komunikasi 20(2). 115–126. https://journal.uii.ac.id/JIK/article/view/20369/pdf

Rohmaniah, A. F. (2021). Kajian semiotika Roland Barthes. Akademika: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2(2), 124–134.

Rohmaniah, S. (2021). Oposisi Biner dan Konstruksi Karakter Dalam Narasi Anime Jepang. Jurnal Kajian Media dan Budaya. 5(2), 101–113.

Rose, G. (2016). Visual methodologies: An introduction to researching with visual materials (4th ed.). SAGE Publications.

Saimima, F. H., & Waliulu, Y. S. (2025). Representasi diskriminasi ras dan strata sosial dalam serial film One Piece Arc. Jurnal Ilmu Komunikasi. 4(1), 60-72. https://doi.org/10.30598/JIKPvol4iss1pp60-72

Salamoon, D. K. (2021). Anime sebagai media edukasi digital mengenai fungsi sel darah merah: Analisis visualisasi karakter AE 3803 pada anime Hataraku Saibou. MUDRA Jurnal Seni Budaya. 36(2), 197–203.

Sayyidah, S., Perdana, N. A., Qordofa, M. Q., & Mafayiziya, N. (2023). Relasi kuasa dan dinamika isi media: Studi ekonomi politik komunikasi media online Kompas.com dan JawaPos.com pada hasil survei Capres 2024. Relasi: Jurnal Penelitian Komunikasi. 1(1), 45–57.

https://jurnal.um-palembang.ac.id/commuedusyah/article/view/7197

Susan, Novri. (2019). Sosiologi Konflik : Teori-teori dan Analisis Edisi Ketiga. Prenada Publishing.

Suparno, Basuki Agus. (2022). Dramatisme, Rethorika Politik Kenneth Burke. PT Remadja Rosdakarya.

Talani, N. S., Kamuli, S., & Juniarti, G. (2023). Problem tafsir semiotika dalam kajian media dan komunikasi: Sebuah tinjauan kritis. Bricolage. Jurnal Magister Ilmu Komunikasi. 9(1), 103–116. https://doi.org/10.30813/bricolage.v9i1

Tresnasari, D. (2020). Representasi makna komunikasi nonverbal dalam anime sebagai teks budaya populer. Jurnal Ilmu Komunikas., 18(2), 145–158.

Wahono, Rustono, Nuryatin, A., & Mulyani, M. (2018). Dialogue model, conflict, and context in drama text works by Arifin C. Noer. London Journal of Research in Humanities and Social Sciences. 18(3), 1–14.

Zahra, A. G., Izzati, A. W., & Sutapa, W. (2023). Perancangan toko dan restoran di Kyou Hobby Shop dengan pendekatan konsep Akihabara di malam hari. Jurnal Desain Interior, 8(1), 55–66. https://doi.org/10.12962/j12345678.v8i1.15716

Zulfia, I. (2025). Representasi perempuan dan relasi kekuasaan dalam film Ipar adalah Maut menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Jurnal Pendidikan Bahasa. 14(2), 58–76.

https://ejournal.tsb.ac.id/index.php/jpb/article/download/3343/1366

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Muhammad Ilham Pramuditya, I., & Sulistiowati, F. (2025). REPRESENTASI TRADISI RETORIKA DALAM ANIME ONE PIECE ARC WHOLE CAKE ISLAND: ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 4(2), 176–192. https://doi.org/10.47431/jkp.v4i2.853

Issue

Section

Articles